Untuk melihat lebih banyak studi Alkitab dalam bahasa Indonesia, klik di sini.

7. The Millennium

7. Milenium

Sekarang kita memasuki pelajaran kelima dari Wawasan Mengenai Kekekalan, dan saya berharap sekarang Anda telah memperoleh beberapa wawasan mengenai topik kekekalan dan sepenuhnya yakin akan tujuan akhir Anda yang dibayarkan Kristus untuk Anda di kayu salib. Entah bagaimana, dalam batin kebanyakan dari antara kita, merasakan tidaklah benar jika hidup yang kita alami dalam waktu singkat di bumi ini hanyalah demikian saja. Pertama, ketika kita melihat kompleksitas kehidupan, semakin dekat kita dengan struktur atom, maka orang-orang yang benar-benar mencari pembuktian menemukan bahwa sangatlah tidak masuk akal untuk mempercayai teori apapun yang menyangkal Pencipta kita. Ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan. Ada sesuatu di dalam hati kita yang mengatakan bahwa kehidupan jauh melebihi apa yang kita alami di sini dan saat ini. Raja Salomo, yang dikenal sebagai salah satu orang paling bijaksana yang pernah hidup, mengatakan:

 

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka (Pengkhotbah 3:11).

 

Di bawah pewahyuan Roh Kudus, Salomo berbicara tentang rancangan kreatif Allah dengan mengatakan bahwa natur batiniah kita dicetak secara ilahi dengan impresi kekekalan. Alkitab Prancis menambahkan bahwa Tuhan telah “menetapkan pikiran kekekalan di dalam hati kita.” Pangeran Charles pernah berbicara tentang kekosongan batin jiwa manusia, dia berkata, “Demi keuntungan sains, terdapat di dalam jiwa manusia kecemasan yang terus-menerus bahwa ada sesuatu yang hilang.” Putri Diana ketika berbicara dalam sebuah acara amal, mengatakan tentang “rasa kehilangan dan isolasi yang luar biasa yang mengacaukan upaya banyak orang untuk bertahan dan mengatasi kompleksitas kehidupan modern. Mereka tahu,” katanya, “ada sesuatu yang hilang.” Jauh di dalam hati kita, sampai kita datang kepada Kristus, ada kesadaran akan kehampaan, sebuah kekosongan jiwa. Kita mencoba memuaskannya dengan narkoba, alkohol, seks, harta benda, kekuasaan, uang, dan prestise, tapi tidak ada yang dapat memuaskannya karena kita diciptakan dengan kekosongan itu. Seperti Blaise Pascal, filsuf dan matematikawan Prancis, menulis, “Di dalam setiap manusia ada kehampaan yang berbentuk Tuhan (yang hanya dapat diisi oleh Tuhan).”

 

C.S. Lewis, dalam bukunya, Mere Christianity, menuliskan:

 

Makhluk hidup tidak dilahirkan dengan keinginan kecuali jika kepuasan atas keinginan itu ada. Seorang bayi merasa lapar: ya, ada yang namanya makanan. Seekor bebek ingin berenang: ya, ada yang namanya air. Pria merasakan hasrat seksual: ya, memang ada yang namanya seks. Jika saya menemukan dalam diri saya sebuah keinginan yang tidak dapat dipuaskan oleh pengalaman di dunia ini, penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa saya dijadikan untuk dunia lain. Jika tidak ada kesenangan duniawi yang memuaskannya, itu tidak membuktikan bahwa alam semesta adalah penipuan. Mungkin kenikmatan duniawi tidak pernah dimaksudkan untuk dapat memuaskannya, tapi hanya untuk membangkitkannya, untuk memberi saran kepada hal yang sebenarnya.

 

Filsuf abad ke-5, Agustinus menulis, “Hati kita tidak tenang sampai mereka menemukan ketenangannya di dalam Dia.” Potongan yang hilang ini adalah Tuhan sendiri. Dia adalah Air Hidup, Roti Hidup. Dia sendiri adalah satu-satunya yang bisa memuaskan kita. Nabi Hagai menulis: “Dan Aku akan mengguncangkan segala bangsa, maka kerinduan segala bangsa akan datang. Lalu Aku akan memenuhi bait ini dengan kemuliaan, TUHAN alam berfirman.” (Hagai 2:7). Seseorang yang dirindukan oleh semua bangsa, Yang Kudus dari Israel, Yesus sang Mesias, akan datang dan berdiri di bumi, dan di dalam tubuh kebangkitan kita, kita akan melihat Tuhan. Inilah yang dikatakan Ayub kepada kita: 25Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. (Ayub 19:25-27). Kedatangan dan kehadiran kedua-Nya di bumi akan mendahului masa damai yang mulia. Dalam pelajaran ini, kita akan membahas apa yang Alkitab katakan tentang seribu tahun kebenaran, sukacita, dan kedamaian di bawah pemerintahan Raja dari segala raja, Kristus Yesus.

 

Pertanyaan 1) Bukti apa yang Anda lihat yang menunjukkan kelaparan rohani di masyarakat saat ini? Dapatkah Anda memikirkan dalam cara-cara apakah kelaparan ini diekspresikan dalam budaya kita?

 

Seribu Tahun Masa Damai

 

Dalam pelajaran ketiga tentang tubuh kebangkitan, kita berbicara tentang kebangkitan orang-orang kudus pada saat kedatangan Kristus. Mereka yang dilahirkan kembali dan berjalan bersama Kristus akan menerima tubuh yang tidak dapat binasa, tubuh dengan kuasa yang abadi. Tubuh ini akan menjadi seperti tubuh kebangkitan Kristus, tubuh yang telah ditaburkan dalam kehinaan, namun dibangkitkan dalam kemuliaan (1 Korintus 15:43). Kita diberi tahu bahwa orang-orang kudus diberi otoritas untuk memerintah bersama Kristus selama seribu tahun (Wahyu 20:4; 1 Korintus 6:2) dan bahwa setan akan diikat dan dilemparkan ke dalam jurang maut (Wahyu 20:1-3).

 

1Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; 2ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, 3lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. 4Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. 5Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.6Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya. (Wahyu 20:1-6).

 

Para teolog dan ilmuwan menyebutnya dengan masa seribu tahun pemerintahan Kristus, Milenium. Kata milenium berarti seribu. Ada tiga keyakinan tentang Milenium. Yang pertama disebut Amilenialisme. Seorang Amilenialis percaya bahwa seribu tahun yang disebutkan lima kali dalam bagian di atas bukanlah angka harfiah tapi merupakan angka simbolis dan mewakili zaman kita sekarang, zaman gereja. Kedua, ada postmilenialisme. Postmillennialis juga percaya bahwa masa 1000 tahun yang disebutkan dalam bagian di atas, tidak secara harfiah 1.000 tahun. Dalam pandangan mereka, gereja akan masuk dalam era keemasan etika Kristen dan Kedatangan Kedua Yesus akan tiba setelah periode itu. Ketiga, ada premilenialisme, yang saya pegang secara pribadi. Seorang premillenialis percaya bahwa kedatangan Yesus akan terjadi setelah masa kesukaran besar, bahwa Dia akan membangkitkan orang-orang kudus, yakni orang-orang yang telah dilahirkan kembali dari Roh, dan bahwa orang-orang kudus akan menguasai dan memerintah bersama-sama dengan Dia dalam pemerintahan seribu tahun yang harfiah di bumi.

 

Naga, ular tua yang muncul di Taman Eden, juga disebut iblis dan setan, akan diikat, ayat tiga memberitahu kita, di Abyss (kata Yunaninya adalah Abussos, sebuah kata yang bermakna tanpa dasar, tak terukur; sangat besar; tak terbatas; kedalaman yang tak terukur). Tidak akan ada lagi perang sampai 1000 tahun berakhir, dan kemudian setan harus dilepaskan untuk sementara waktu.

 

Pertanyaan 2) Bayangkanlah seperti apa dunia kita ketika setan terikat. Perubahan apa yang Anda pikir akan terjadi bagi mereka yang hidup di bumi dalam kelepasan total dari pengaruh Setan?

 

Bagi orang-orang kudus, tubuh Kristus, di dalam tubuh kebangkitan mereka yang baru, tidak akan ada godaan terhadap kejahatan dan dosa. Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa, dengan terikatnya setan di Abyss, tidak akan ada lagi tipu daya di dunia ini (Ayat 3). Tubuh kebangkitan kita akan kehilangan semua rasa takut akan bahaya. Sifat dosa kita akan diangkat, dan tidak akan ada keinginan untuk berbuat dosa sama sekali. Tidak akan ada rasa takut akan kematian. Karena kita akan bergerak dalam kemerdekaan total, kreativitas kita akan dilepaskan. Kita akan melihat tubuh, jiwa dan pikiran kita bergerak pada tingkat yang sama sekali berbeda, bebas dari ketidakleluasaan. Kita akan mengalami hidup sebagaimana yang Tuhan kehendaki untuk kita alami. Sejak Yesus kembali, orang-orang kudus hidup kekal. Kita diberitahu bahwa seluruh ciptaan telah menanti saat dimana kita yang berada di dalam Kristus, akan mengenakan tubuh yang tidak dapat binasa (1 Korintus 15:54). Pada saat itu, suatu perubahan sifat akan terjadi dalam kerajaan hewan:

 

19Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 20Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 21tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 22Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. (Roma 8:19-22).

 

Ketika rasul Paulus menulis kepada jemaat di Roma tentang ciptaan, saya bertanya-tanya apa yang ada dalam pikirannya. Saya pikir dia mengacu pada kerajaan hewan yang sangat takut pada manusia. Sejak kejatuhan manusia, hubungan antara manusia dan kerajaan hewan menjadi sengsara. Hari ini, kita melihat dampak buruk dari metode pertanian dan peternakan modern yang membawa penderitaan besar pada ciptaan. Ini bukan apa yang Tuhan kehendaki, dan kerajaan hewan pun menderita, bersama dengan umat manusia. Kerinduan terdalam dan keluh kesah dari seluruh kerajaan hewan adalah demi perubahan sifat ketakutan mereka terhadap manusia dan satu dengan yang lainnya ketika Yesus datang dan Milenium dimulai. Nabi Yesaya juga mengatakan sesuatu tentang masa itu:

 

1Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. 2Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; 3ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. 4Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. 5Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. 6Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. 7Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. 8Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. 9Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. 10Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. (Yesaya 11:1-10).

 

Yesaya memulai dengan berbicara tentang Dia yang akan membawa masa perubahan ini. Bukanlah gereja yang menaklukkan seluruh kekuatan jahat, tapi tunas dari tunggul Isai, berbicara tentang ayah Raja Daud. Dari salah satu keturunan Daud akan tampil seorang Raja yang akan menghakimi bumi. Dia ini, Tuhan Yesus, tidak akan menilai hal-hal dengan apa yang Dia lihat atau dengar. Dia akan menghakimi masalah-masalah sulit karena Dia mengetahui semuanya dan memiliki penilaian yang sempurna tentang segala hal. Dia akan memerintah dalam kebenaran. Dia telah datang ke bumi dan mengalami kesengsaraan manusia yang terburuk dan ketidakadilan dan telah mengalahkan semuanya. Dialah yang memiliki kuasa untuk berbicara dan menciptakan dengan kata-kata-Nya. Dengan nafas mulutnya, Dia akan membunuh orang fasik (ayat 4). “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.” (Maleakhi 3:2).

 

Perhatikan perubahan yang terjadi saat Dia berada di atas takhta. Hewan yang saling bertentangan satu sama lain akan saling memberi makan satu sama lain (ay. 6-7). Serigala dan domba-domba berbaring bersama satu sama lain di malam hari - tinggal bersama satu sama lain. Singa, salah satu hewan paling karnivora di planet ini, akan makan jerami dengan cara yang sama seperti lembu (ay.7). Kemudian, akan ada anak-anak yang menjangkau ke dalam liang ular tedung dan bermain dengan ular berbisa (ay.8). Ketika ramalan ini diberikan 600 tahun sebelum Kristus, hewan ganas sangatlah banyak di Israel, tetapi Yesaya bernubuat mengenai masa dimana anak-anak akan bermain dengan binatang-binatang dan bumi akan damai. Sebenarnya, Yesaya mengatakan bahwa goyim, bangsa-bangsa lain - karena pengetahuan tentang Allah akan memenuhi bumi - akan menaruh kepercayaan mereka kepada Dia, dan kediaman-Nya akan menjadi mulia (ay. 10). Ini akan menjadi perhentian Sabat 1000 tahun. Doa untuk perdamaian di bumi dan kebaikan terhadap manusia akhirnya akan dijawab. Kehadiran dan pemerintahan Allah akan menggenapi hal ini. Semua ciptaan-Nya akhirnya akan hidup dalam damai.

 

Pertanyaan 3) Yesaya 10:9 memberitahukan kita bahwa “seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.” Diskusikanlah menurut Anda apa arti ayat ini. Menurut Anda bagaimanakah pengetahuan Tuhan akan meresapi bumi? Apakah yang dipengaruhi olehnya?

 

Bumi Baru dan Langit Baru

 

Nabi Yesaya, di bagian selanjutnya, 65:17-25, berbicara lagi mengenai masa yang sama dimana akan terjadi perubahan besar di bumi:

 

17“Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 18Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 19Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 20Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 21Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 22Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 23Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. 24Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 25Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus,” firman TUHAN. (Yesaya 65:17-25).

 

Tuhan berkata bahwa akan ada bumi baru dan langit baru juga. Apa yang dimaksud dengan kata-kata ini? Sepintas lalu, kita bisa menafsirkan ayat tersebut seperti perkataan bahwa kita semua akan dipindahkan ke planet baru, tapi bukan itu artinya. Randy Alcorn dalam bukunya, Heaven, mengatakan bahwa ungkapan “Langit dan Bumi” adalah sebuah rancangan alkitabiah untuk seluruh alam semesta. Dia berkata:

 

Ketika Wahyu 21:1 mengatakan tentang “langit baru dan bumi baru,” ini menunjukkan sebuah transformasi atas seluruh alam semesta. Kata Yunani kainos, yang diterjemahkan “baru,” menunjukkan bahwa bumi yang diciptakan Tuhan tidak hanya menjadi baru dibandingkan dengan yang lama, namun baru dalam kualitas dan lebih unggul dalam karakternya. Menurut leksikon Walter Bauer, kainos berarti baru “dalam arti bahwa apa yang sudah tua telah menjadi usang, dan harus digantikan dengan yang baru. Dalam kasus ini baru ialah, seperti sebuah peraturan, lebih unggul dari jenis yang lama. Oleh karena itu, ini berarti “bukan kemunculan sebuah kosmos yang sama sekali lain dari yang sekarang, tapi penciptaan alam semesta, yang telah diperbarui dengan mulia, berada dalam kontinuitas dengan yang sekarang.” Paulus menggunakan kata yang sama, kainos, ketika dia berbicara tentang seorang percaya yang menjadi “ciptaan baru” (2 Korintus 5:17). Bumi Baru akan sama dengan bumi sebelumnya, sama seperti orang Kristen baru yang masih orang yang sama dengan sebelumnya. Berbeda? Ya, tapi juga sama.

 

Cara bumi selama berabad-abad akan diubah dan susah diingat (ay.17). Ini akan menjadi waktu pembaharuan dan restorasi yang lengkap. Langit baru, mungkin, mengacu pada penghancuran tempat tinggal musuh di alam tak terlihat dimana dia telah melancarkan kampanyenya melawan manusia. Sampai saat itu, setan disebut penguasa kerajaan angkasa (Efesus 2: 2). Lukas dalam menulis Kisah Para Rasul, mengatakan bahwa Yesus “harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu” (Kisah Para Rasul 3:21). Bumi akan dipulihkan kepada keindahan dan kesuburannya yang murni. Mereka yang hidup selama Milenium akan menikmati hasil pekerjaan mereka, apa yang mereka tanam akan mereka tuai. Apa yang mereka bangun akan menjadi tempat tinggal mereka.

 

Ketika Yesus datang pada saat pengangkatan dan kebangkitan orang-orang kudus, tidak semua populasi bumi, sejauh yang saya lihat, akan dibunuh. Setelah pengangkatan dan kebangkitan orang-orang kudus, dan murka Allah tercurah, para malaikat akan memisahkan segala kejahatan dari kerajaan Kristus. “Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.” (Matius 13:41). Menurut saya, masih akan ada orang-orang yang belum ditebus di bumi selama Milenium. Sembari kita menunggu kedatangan Kristus, kita memiliki tiga musuh, dunia ini, sifat berdosa kita, dan Iblis.

 

Manusia-manusia fana yang belum ditebus tidak akan lagi menghadapi godaan dan tipuan dari si jahat. Ini adalah periode restorasi sebelum penghakiman terakhir. Dalam banyak kejadian, ini akan menjadi waktu yang diberkati dengan orang-orang yang hidup ratusan tahun seperti yang terjadi dalam kitab Kejadian. Adam hidup selama 930 tahun (Kejadian 5:5), Set hidup selama 912 tahun (Kejadian 5:8), dan Metusalah hidup selama 969 tahun (Kejadian 5:27). Mereka yang belum ditebus tetap harus menghadapi penghakiman Takhta Putih Agung, yang tidak akan terjadi sampai berakhirnya Milenium. Orang-orang kudus, mereka yang dilahirkan kembali oleh Roh Allah, tidak akan pernah mati. Mereka tidak dapat binasa (1 Korintus 15:52).

 

Izinkan saya jelaskan mengenai perbedaan antara surga dan milenium. Meski Milenium akan menjadi saat dimana kita mengalami kerajaan Allah di bumi, masih ada lagi yang akan datang! Kita diberitahu bahwa, pada akhir Milenium, akan datang Yerusalem Baru dan bahwa tidak akan ada lagi kematian:

 

1Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. 2Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:1-4).

 

Keseluruhan tema Kitab Suci adalah sebuah gambaran penebusan. Ketika Yesus mati untuk dosa, Ia tidak hanya membatalkan hukuman dosa. Dia membayarnya secara penuh. Karena keadilan Ilahi telah tergenapi, Dia memiliki hak untuk memulihkan segala sesuatu kepada tujuan yang semula, kemuliaan yang seharusnya. Ketika Dia datang untuk memerintah, Dia akan mengatur segala sesuatu pada tempatnya, dan kita akan melihat pembebasan penuh atas bumi. Dia telah menebus bumi, dan bumi akhirnya akan mengalami pengetahuan tentang Tuhan.

 

Banyak bangsa akan datang ke Yerusalem, ibu kota seluruh bumi, untuk mencari Tuhan dan menyembah-Nya. Tidak akan ada lagi agama yang berbeda. Semua orang akhirnya akan menyadari bahwa salah satu strategi yang digunakan setan untuk memisahkan dan menaklukkan mereka adalah agama. Semua orang akan menyadari bahwa hanya ada satu Tuhan, dan pengetahuan-Nya akan menjadi universal. Yerusalem, kota itu sendiri, akan diubahkan. Tuhan sendiri akan berada di sana:

 

2Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 3dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” 4Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. (Yesaya 2:2-4).

 

Bayangkanlah hidup di planet bumi dimana Tuhan Yesus Kristus memerintah di atas takhta-Nya di Yerusalem. Tidak akan ada kebutuhan ekonomi untuk tank, senjata api dan senjata perang, ini akan menjadi masa kemakmuran ekonomi yang besar, karena manusia tidak akan lagi berlatih perang (Yesaya 2:4). Kristus Yesus akan mendirikan pemerintahan-Nya sendiri di bumi yang terdiri dari orang-orang kudus. Setiap bangsa akan berdamai satu sama lain dengan Raja Yesus duduk di atas takhta-Nya. Mereka yang memerintah atas bangsa-bangsa, wilayah-wilayah, negara-negara bagian, kota-kota besar dan kota-kota kecil adalah mereka yang terhitung layak karena kesetiaan mereka dalam melawan kejahatan dan kepeduliannya terhadap umat Allah.

 

Kita diberitahukan bahwa Yerusalem sendiri akan diangkat lebih tinggi daripada pegunungan sekitarnya (ay. 2). Pada saat itu, seseorang dapat melihat ke Yerusalem dari Bukit Zaitun di sebelah timur. Ada kemungkinan bahwa Yerusalem akan diangkat melalui beberapa peristiwa geologi. Sang Raja, Tuhan Yesus Kristus, akan mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan menyelesaikan perselisihan yang tersisa antar bangsa. Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa Yerusalem Baru tidak turun ke bumi dari atas sampai masa 1000 tahun berakhir (Wahyu 21:1-2). Sampai saat itu, tahta Raja Yesus ada di Yerusalem, dimana banyak orang akan memuji dan menyembah Raja Yesus (Yesaya 2:2-3). Nabi Yesaya berkata, “Engkau akan memandang raja dalam semaraknya, akan melihat negeri yang terbentang jauh” (Yesaya 33:17). Dapatkah Anda membayangkan duduk di kaki Yesus sementara Dia mengajarkan kita jalan-jalan-Nya? “Dia akan mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya” (Yesaya 2:3).

 

Akhirnya, masalah Israel vs Palestina akan diselesaikan. Akan ada kedamaian antara saudara laki-laki Yakub dan Esau, Yahudi dan Arab:

 

23Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. 24Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, 25yang diberkati oleh TUHAN semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.” (Yesaya 19:23-25).

 

Akhirnya kita akan melihat kedamaian di setiap bagian dunia kita yang bermasalah. Keserakahan, keegoisan dan permusuhan akan membuka jalan bagi kedamaian, karena bumi dipenuhi dengan pengetahuan akan Tuhan, sama seperti air menutupi lautan.

 

Doa: Bapa, kami berterima kasih atas rencana penebusan-Mu. Kami berdoa agar kami dapat melihat kekayaan sejati kami dalam kehidupan di sini dan sekarang ini. Kami merindukan kemurahan, belas kasihan, dan kedamaian yang Engkau inginkan untuk kami alami dalam kehidupan ini dan untuk dapat dibagikan dengan orang lain. Bersama-sama kami berdoa, “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga.”

 

Pastor Keith Thomas,

Email: keiththomas7@gmail.com

Website: www.groupbiblestudy.com